Kebisingan dari Aktivitas Industri: Bagaimana Memastikan Tingkatnya Masih Dalam Batas Aman?

Kebisingan dari Aktivitas Industri: Bagaimana Memastikan Tingkatnya Masih Dalam Batas Aman?

Kebisingan dari Aktivitas Industri: Bagaimana Memastikan Tingkatnya Masih Dalam Batas Aman?

Dari Mana Kebisingan di Lingkungan Industri Berasal?

 

Kebisingan industri dapat berasal dari berbagai aktivitas dan peralatan, tergantung pada karakteristik kegiatan perusahaan.

 

Beberapa sumber yang umum antara lain:

 

Mesin produksi

Generator dan kompresor

Pompa

Kendaraan operasional

Peralatan konstruksi

Aktivitas bongkar muat

Sistem ventilasi atau pendingin

Aktivitas industri lainnya

 

Intensitas suara juga dapat berubah tergantung pada jenis mesin, kondisi operasional, jarak dari sumber suara, durasi aktivitas, serta kondisi lingkungan sekitar.

 

Karena itu, tingkat kebisingan tidak selalu sama sepanjang waktu.

 

Mengapa Kebisingan Perlu Diukur?

 

Salah satu alasan utama adalah karena telinga manusia tidak dapat menentukan secara akurat berapa tingkat kebisingan yang sedang terjadi.

 

Suara yang menurut seseorang “masih biasa” belum tentu memiliki tingkat tekanan suara yang rendah.

 

Pengukuran menggunakan alat yang sesuai dapat menghasilkan data dalam satuan desibel (dB) sehingga tingkat kebisingan dapat dinilai secara lebih objektif.

 

Dengan pengukuran, perusahaan dapat mengetahui kondisi kebisingan pada lokasi dan waktu tertentu, kemudian membandingkannya dengan nilai ambang atau baku tingkat kebisingan yang berlaku sesuai peruntukan kawasan dan tujuan pengukuran.

 

Apa Itu Desibel (dB)?

 

Desibel atau dB merupakan satuan yang digunakan untuk menyatakan tingkat tekanan suara.

 

Menariknya, skala desibel bersifat logaritmik, sehingga peningkatan angka dB tidak berarti peningkatan energi suara secara linear.

 

Karena itu, perbedaan beberapa angka desibel saja dapat menunjukkan perubahan tingkat suara yang cukup berarti.

 

Inilah salah satu alasan mengapa penilaian kebisingan sebaiknya dilakukan menggunakan instrumen pengukuran, bukan hanya berdasarkan persepsi manusia.

 

Apakah Kebisingan Industri Selalu Berbahaya?

 

Tidak semua suara yang berasal dari aktivitas industri otomatis berbahaya.

 

Risiko akibat kebisingan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tingkat kebisingan, durasi paparan, karakteristik suara, serta kondisi dan lokasi penerima paparan.

 

Namun, paparan kebisingan yang berlebihan dan berlangsung dalam waktu lama perlu mendapat perhatian.

 

WHO menyebutkan bahwa paparan kebisingan lingkungan yang berlebihan dapat dikaitkan dengan berbagai dampak kesehatan, termasuk gangguan tidur, gangguan kognitif, tinnitus, serta penyakit kardiovaskular.

 

Untuk lingkungan kerja, kebisingan juga merupakan salah satu faktor bahaya yang perlu dikendalikan sebagai bagian dari keselamatan dan kesehatan kerja.

 

Bagaimana Mengetahui Tingkat Kebisingan Masih Dalam Batas yang Diperbolehkan?

 

Cara paling tepat adalah melakukan pengukuran kebisingan menggunakan instrumen yang sesuai dan mengikuti metode pengukuran yang ditetapkan.

 

Hasil pengukuran kemudian dibandingkan dengan ketentuan yang relevan berdasarkan lokasi, peruntukan kawasan, serta tujuan pengukuran.

 

Hal ini penting karena batas tingkat kebisingan tidak bisa disamaratakan untuk semua tempat.

 

Kawasan industri, permukiman, perkantoran, perdagangan, maupun fasilitas tertentu dapat memiliki ketentuan yang berbeda.

 

Jadi, ketika membahas apakah suatu tingkat kebisingan “aman” atau “masih diperbolehkan”, konteks lokasi dan peruntukannya harus diperhatikan.

 

Pengukuran Kebisingan Tidak Hanya Dilakukan di Dekat Mesin

 

Pengukuran kebisingan sebaiknya disesuaikan dengan tujuan pemantauan.

 

Misalnya, perusahaan ingin mengetahui pengaruh aktivitas industri terhadap lingkungan sekitar. Dalam kondisi tersebut, lokasi pengukuran dapat mempertimbangkan area yang berpotensi menerima paparan suara dari kegiatan industri.

 

Sementara itu, untuk kebutuhan lingkungan kerja, pengukuran dapat dilakukan pada area atau titik kerja yang relevan dengan paparan pekerja.

 

Dengan menentukan titik pengukuran secara tepat, data yang diperoleh dapat memberikan gambaran yang lebih sesuai dengan kondisi yang ingin dievaluasi.

 

Apa yang Dilakukan Setelah Mengetahui Hasil Pengukuran?

 

Pengukuran bukan sekadar untuk mendapatkan angka.

 

Jika hasil pengukuran menunjukkan tingkat kebisingan yang perlu dikendalikan, perusahaan dapat melakukan evaluasi terhadap sumbernya.

 

Upaya pengendalian dapat dilakukan melalui pendekatan seperti:

 

Pengendalian pada sumber → pengendalian pada jalur transmisi → perlindungan pada penerima.

 

Contohnya dapat berupa perawatan mesin, penggunaan penghalang suara, pengaturan tata letak, rekayasa teknis, pengaturan waktu operasional, hingga penggunaan alat pelindung pendengaran sesuai kebutuhan.

 

Dengan demikian, data hasil pengukuran dapat menjadi salah satu dasar untuk menentukan langkah pengendalian yang lebih tepat.

 

Jangan Menunggu Sampai Suara Terasa Mengganggu

 

Kebisingan terkadang baru diperhatikan ketika sudah terasa sangat mengganggu.

 

Padahal, pemantauan sebaiknya menjadi bagian dari pengelolaan lingkungan dan keselamatan kerja yang dilakukan secara terencana.

 

Suara yang sudah terbiasa terdengar bukan berarti otomatis aman.

 

Dengan melakukan pengukuran secara berkala, perusahaan dapat mengetahui kondisi kebisingan berdasarkan data dan melakukan evaluasi apabila diperlukan.

 

Pastikan Tingkat Kebisingan Terukur Bersama WHM

 

Sebagai laboratorium lingkungan di Pekanbaru, Riau, PT Wahanatama Hijau Mutiara Mandiri (WHM) menyediakan layanan pengujian lingkungan, termasuk pengujian kebisingan.

 

Pengukuran dapat membantu perusahaan memperoleh data mengenai kondisi kebisingan pada lingkungan atau lokasi yang menjadi objek pemantauan sesuai kebutuhan pengujian.

 

Daripada hanya bertanya:

 

“Kedengarannya masih normal nggak?”

 

Lebih baik pastikan dengan data:

 

“Berapa hasil pengukurannya?”

 

Ukur kebisingannya. Kenali kondisinya. Lakukan pengendalian dengan tepat.

 

WHM Laboratory – Pekanbaru, Riau

Laboratorium lingkungan untuk mendukung kebutuhan pengujian dan pemantauan lingkungan Anda.

 

Hubungi WHM untuk konsultasi kebutuhan pengujian kebisingan di lingkungan Anda.